Kamis, 29 Maret 2018

[RESENSI] Elantris by Brandon Sanderson

"The Curse of The Holy City"

Dok pribadi. IG: arthms12


Judul: Elantris
Penulis: Brandon Sanderson
Penerjemah: Nur Aini
Penyunting: Esti Budihabsari
Proofreader: Emi Kusmiati
Penerbit: Mizan Fantasi (2015)
Jumlah halaman: 544 halaman

Blurb:

Elantris, pusat dari Arelon, kota nan indah, bercahaya dan dihuni oleh makhluk abadi yang menggunakan kekuatan sihir mereka demi kemanusiaan. Penduduk Elantris berasal dari manusia biasa yang disentuh Shaod sehingga mereka dikaruniai kekuatan abadi. Sepuluh tahun lalu, tiba-tiba saja kekuatan Elantris musnah. Shaod mengubah penduduk Elantris menjadi penyakitan, berkeriput dan tak berdaya bagai penderita lepra. Kota yang dulu indah dan bercahaya kini kumuh, kotor, dan diambang kehancuran.

Putri Sarene dari Teod tiba di Arelon untuk menikahi pangeran Raoden demi kepentingan politik. Ternyata Raoden sudah meninggal dan Sarene harus hidup tanpa pelindung di bawah ancaman serangan kaum Fjordell yang fanatik. Tetapi, tak ada yang tahu bahwa sebenarnya Raoden telah disingkirkan sang Ayah ke kota Elantris yang terkutuk. Karena Raoden telah ternoda oleh Shaod yang menyerang penduduk Elantris. Sementara itu, Hrathren dan para pendukung fanatiknya dari Fjordell ingin menghancurkan Elantris yang mereka anggap sebagai bukti kebusukan dan kejahatan penghuni kota itu. Bisakah Arelon bertahan dari serbuan Fjordell? Raoden harus menguak rahasia terpendam di Elantris demi menyelamatkan negara dan tunangannya.

————

Novel ini terbit tahun 2005 di negara asalnya, baru terbit di Indonesia 10 tahun kemudian. Dan aku baru baca novel ini tahun 2018😭

Oke, aku nggak akan banyak bct. Hehe. Langsung aja kesan-kesanku soal novel Elantris ini:


The first one, I really really adore this cover. Indah, megah, keren, cantik, sukakkkk banget pokoknya. Kedua, dari sinopsisnya aku udah tau kalau I'm going to love this book. 

Meskipun awal-awalnya agak tegang karna tokoh utama Raoden langsung terkena shaod, tapi menurutku dari bab awal sampe tengah nggak begitu banyak adegan yang bikin degdegan/memacu adrenalin. Banyaknya datar...dan narasi panjang soal konflik politik di Arelon. Emang sih aku tertarik dan sama sekali gak bosen sama konfliknya, tapi kadang capek aja gitu bacanya😂

Aku juga di awal masih bingung sama istilah-istilah di novel ini. Semuanya hampir sama, kayak ga ada yg mencirikan. Aku gabisa bedain nama orang, tempat, agama, gelar, dll. Bingung banget tapi lama-lama oke kok.

Terus yang bikin aku capek juga adalah karena ada 3 pov di novel ini. Raoden, Sarene dan Hrathen. Aku semangat tiap baca pov Raoden karena dia tinggal di Elantris yang mana, fantasinya kental banget. Ketika baca pov Sarene, agak seneng, senengnya karena dia karakter cewek favoritku dan membahas politik. Cantik, tegas, pembangkang dan kuat. Nah kalau pov Hrathen, aku paling bosan karena dia ngebahas agama; bagaimana cara memengaruhi orang-orang supaya menganut Shu-Dereth.

Lalu karena novel ini cukup tebal dan panjang. Padahal klimaksnya bener-bener di akhir-akhir bab. Aku merasa udah ngalamin banyak hal dan perjalanan panjang banget deh. Pokoknya aku suka banget novel ini! Tapi novel ini bukan termasuk ke dalam novel yang bisa bikin aku gamon😂 (kenapa? Soalnya dari awal sampe akhir, gak semua-muanya bikin degdegan-semangat, dan karena akhirnya yang....)

Tapi novel ini masuk jajaran novel fantasi terbaik dan terfavorit yang pernah aku baca❤

Untungnya endingnya begitu, coba kalau kayak seri Brandon Mull, aku pasti udah marah banget sama Brandon yang ini😆

Terakhir, aku selalu suka kalau ada sihir, simbol atau aksara-aksara kunonya, dan buku ini memenuhi seleraku. Simbol-simbol Aon sangat cantik dan menarik❤

——

It's quotes time!~~•


Orang bekerja dengan lebih baik kalau merasa diri mereka penting. - Raoden hlm 118


Pengetahuan akan mendatangkan kekuatan. - Sarene hlm 142


Laki-laki biasanya lebih mendahulukan harga diri dibandingkan akal sehat. - Ashe


Kau dan sikap optimistismu tidak mengerti bahwa orang yang depresi tidak ingin dihibur. Itu cuma akan membuat kami mual. - Galladon 312


Sarene sangat menginginkan sesuatu—pertanda bahwa setidaknya ada laki-laki yang menganggapnya menarik meskipun dia tidak mungkin menanggapi perasaan itu. — hlm 323


Susahnya jadi orang cerdik, semua orang selalu menyangka kita merencanakan sesuatu. — Sarene hlm 354



Diberdayakan oleh Blogger.

Fav-Qoutes

"Kekuatan ada pada diri orang-orang yang tetap bangun dan menjalani setiap hari meski hal terakhir yang ingin mereka lakukan adalah hidup. Kekuatan datang dari senyum mereka yang bersedih, dari orang-orang yang telah kehilangan segalanya namun tetap bertahan." (Some Kind of Wonderful by Winna Efendi

"Billie tidak bisa berhenti bertanya-tanya dengan naif mengapa beberapa wanita mendapatkan banyak hal sejak mereka dilahirkan -kecantikan, pendidikan, kekayaan, bakat- sementara yang lain harus memulai hidup dengan begitu sedikit anugerah." (The Girl On Paper by Guillaume Musso)

“Dia akan pergi lagi. Dia akan pergi lagi dan lagi sampai umurnya cukup dewasa dan tidak ada lagi yang bisa mengirimnya pulang.” – hlm 363 (Little Fires Everywhere by Celeste Ng)