Sabtu, 03 Februari 2018

[RESENSI] Ketua Osis Koplak by Wisnu Maulana


dok.pribadi

Judul: Ketua Osis Koplak
Penulis: Wisnu Maulana
Penyunting naskah: Moemoe Rizal dan Nurul Amanah
Ilustrasi isi dan sampul: TOR Studio dan M. Kumara Dandi
Penyunting ilustrasi: Kulniya Sally
Desain sampul dan isi: Kulniya Sally
Proofreader: Hetty Dimayanti
Layout sampul dan isi: Tim Pracetak dan Sherly
Penerbit: Pastel Books PT Mizan Pustaka (2017)
Jumlah halaman: 352 hlm.
ISBN: 987-602-6716-12-5

Blurb:

Jomblo itu urusan perjuangan. Enggak akan ada lagi di belahan dunia mana pun calon ketua OSIS-nya paling rajin menyejahterakan para jomblo. Bukan karena dirinya sama-sama jomblo, jadi merasa setali sepenanggungan, tapi emang urusan jomblo menjomblo udah rada dianggap ahli sama pihak berwajib. 

Kenalin, nih, NURMAN! Bukan sejenis superhero yang pake sayap di punggung dan dipertanyakan aerodinamikanya gimana, kayak SUPERMAN. Dia hanya sekadar cowok butuh kasih sayang dari SMA Mandiri yang ujug-ujug dicalonkan menjadi Ketua OSIS oleh kepala sekolah tercinta. 

Nurman harus ngadepin masalah baru berupa terpaksanya jiwa raga mengikuti pidato calon ketua OSIS, ikut debat, ikut kampanye, hingga diklat anggota baru yang mesti diadakan di pegunungan. Okelah, Nurman nurut-nurut aja dijebloskan ke dalam kawah pergolakan calon ketua OSIS. Tapi kenapa semua usaha Nurman untuk menang banyak yang menggagalkan? Mulai dari kertas pidato yang hilang, sampe lawan main yang memikat perhatian. 

Ya Tuhan, apa yang harus Nurman lakukan?

---

Summary:
Nurman dikenal sebagai cowok yang koplak, tukang telat, langganan dihukum dan pastinya jomblo. Suatu hari saat sedang melaksanakan upacara bendera, tiba-tiba kepala sekolah mengumumkan dia sebagai salah satu dari empat siswa yang terpilih menjadi calon ketua osis!

Nurman yang bingung, ngikutin aja semua rangkaian proses menjadi ketos, dari mulai bikin pidato, latihan pidato, kampanye, debat dan diklat. Tetapi semuanya nggak berjalan semulus keinginannya, banyak hal yang terjadi misalnya kertas pidatonya tiba-tiba hilang, belum lagi karena sering telat, dia juga sering banget dihukum.

Dibantu kedua temannya yang bernama Samsuri (koplak lemot) dan Udin (koplak pinter) yang jadi timses, juga karena janji kampanye yang menyejahterakan jomblo SMA Mandiri, Nurman berhasil jadi ketos.

Selain kekocakan kisahnya, ada juga kisah semi-romansa Nurman dan Endryani, salah satu kandidat ketos juga. Endryani banyak membantu Nurman, meski mereka setiap ketemu udah kayak anjing dan kucing.

Debat sudah, diklat sudah, waktunya Nurman menjalankan tuntutan warga sekolah atas kampanyenya. Acara yang dibuatnya tidak berjalan mulus karena ada suatu kejadian. Belum lagi, setelah acara tersebut, Nurman justru dipecat jadi Ketua OSIS!

Nurman jelas curiga, ada yang tidak beres dengan pemecatannya tersebut, dan hal itu menghantarkannya kepada rahasia yang tersimpan di sekolahnya.

---





Review:
Awal mula membaca cerita ini, nuansa humor sudah langsung terasa. Seperti nonton film komedi saja. Setiap kalimat dalam narasi mengandung unsur humornya, bahasanya ringan dan mengalir dan sudah tidak asing di telinga. Selain narasi, dialog setiap tokoh dalam novel ini juga berbalut dengan humor. Ajaib banget baca setiap jawaban Nurman kepada orang-orang yang diajaknya bicara XD

Cuma rasanya masih ada fakta-fakta yang kurang real menurutku (sebagai mantan anak SMA XD) atau mungkin memang penulisnya yang menginginkan detail-detail seperti itu untuk melangsungkan konflik yang dipakai.

Contohnya, 1) ketua osis dipilih kepsek: setauku nggak gitu. 2) Anggota osis yang lain dipilih para kandidat caketos (setelah pemilihan ketos, semua caketos otomatis jadi anggota osis): nah ini nggak bener juga, anggota osis daftar atas keinginan diri sendiri dan ada tahap/seleksinya. 3) Diklat post to post cuma minta ttd guru: nggak deh XD

Yha, aku tau penulis pasti pernah SMA dan tau gimana proses sebenernya ya, cuma aku rasa kelogisan cerita juga lebih baik mengikuti real life-nya :D

Untuk konfliknya. Nggak berat sama sekali /genrenya aja humor/ dan lebih cenderung ke perjuangan kocak Nurman menjadi seorang Ketua Osis. Murni buat fun aja kayaknya. Tapi aku suka konflik terakhir, nggak nyangka banget bakal ada ‘rahasia sekolah’ XD ((dan tentunya nyesek ending Nurman sama Endryani huhu:( )) sayangnya terlalu cepet beres, dan meskipun clue udah disisipkan, tapi ketutup sama humornya (aku mikirnya ya Nurman lagi sial aja biar ceritanya seru XD)

Dan hm, aku menemukan sedikit plot hole. 1) warung Mang Uhe katanya di seberang sekolah, tapi ada juga scene yang bilang di kantin. 2) Nurman dan Samsuri beda kelas, tapi ada juga scene yang menyatakan mereka ada di satu kelas (akhir-akhir). 3) Bab Persiapan (hlm 261) katanya Nurman pergi ke sekolah pake seragam, tapi ternyata itu hari sabtu dan katanya gak ada kegiatan belajar-mengajar:’). Yep, segitu aja.

Karakter. Yha, aku cukup sukak sama Nurman. Selain koplak bisa juga sok-sokan bijak HAHA. Selain humor, kalian juga bakal dapetin pelajaran yang diselipkan di setiap alurnya;) (khususnya bagi para jomblo, Nurman adalah panutan yang baiq.) Karakter lain yang ada juga cukup menunjang untuk humornya.

Aku suka pendeskripsian Endryani yang tembam dan sipit. Rasanya jarang ada yang pake karakter gitu. Cuma ada satu yang aku kurang srek sama Nurman, yaitu saat dia bicara sama Kepsek. Menurutku, meskipun kepseknya sama-sama kocak, nggak sopan aja ngejawab pertanyaan kepsek tapi dibercandain;’)

Dan yang palinggggg aku suka dari novel ini adalah ilustrasinya! Yas! Bener-bener tjakep dan seneng aja gitu tiap liat ilustrasi di novel. Jadi berasa nyata banget kisahnya. Nurman-nya ganteng, Endryani-nya cantik :D

Overall, aku merekomendasikan bagi kalian-kalian yang mau baca cerita yang ringan dan menghibur. Seriously dari bab pertama sampai bab terakhir, kalian bakal dibuat ngakak nggak berenti. Jawaban-jawaban ajaib Nurman bikin geleng-geleng kepala. Cocok buat yang lagi mumet atau mabok romance, cerita Nurman ini simpel dan nggak drama kayak novel teenlit lain :D 3/5(

Qoutes(?) favoritkuuu:

“Saya akan membuat sekolah kita menjadi lebih maju dan berkembang biak.” – Nurman (hlm 38)
“Masih banyak jalan menuju Cibaduyut.” – hlm 78 (ngakak XD)
“Kamu setiap hari ganti nama aku terus, udah manusia kardus, manusia kegelapan, sekarang manusia karet? Kapan aku jadi manusia yang membimbing kamu untuk jadi keluarga sakinah?” – hlm 218 (njirrrr XD)
“Cowok nggak usah disuruh peka, kalau memang sudah saatnya dia juga akan peka.” – Nurman hlm 226 (Oh jadi gt y. XD)
“Membantu itu tak perlu alasan. Apalagi membantu seorang teman. Tak ada untung rugi di dalamnya, karena membantu sesama itu bukan jualan.” – hlm 306 (benul :D)

Jumat, 02 Februari 2018

[RESENSI] Athala by Maharani

Dok.pribadi


Judul: Athala
Penulis: Maharani
Penyunting Naskah: Sissy Atmadja
Penyelaras Akhir: Fenny
Penata Letak Naskah & Olah Grafis: Kirskey
Desain Sampul: Mariane
Penerbit: Aksara Plus+ (Penebar Plus+ Grup)
Cetakan: 1, Jakarta 2017
Jumlah Halaman: 439 hlm.

Blurb:
Galak dan cerewet. Setidaknya itu yang ada di pikiran Kavi saat pertama kali bertemu dengan Athala. Mereka teman satu angkatan di sekolah, namun tidak pernah sekali pun bertegur sapa. Hingga akhirnya, sebuah kecelakaan kecil membuat Kavi harus berurusan setiap hari dengan cewek galak itu.

Meskipun Kavi terbilang ganteng, namun Athala tidak begitu saja tertarik karena hatinya masih terikat dengan mantannya, Reno. Apalagi, Kavi dikenal bandel dan tukang bolos.

Kebersamaan mereka selama beberapa waktu, membuat Athala perlahan membuka hatinya untuk Kavi. Tanpa Athala sadari, bahwa cowok itu menyimpan sebuah rahasia besar. Rahasia yang kan membuat Athala paham tentang arti kesetiaan dan cinta sejati.

---

Summary:
Benci jadi cinta, itulah kiranya tagline yang pas untuk kisah ini. Cerita dimulai ketika Kavi tidak sengaja menabrak Athala, membuat gadis itu kesulitan berjalan. Mau tak mau, Kavi menyanggupi tawaran untuk menjadi asisten Athala selama gadis itu sakit.

Kavi bertugas mengantar jemput gadis itu, meskipun setiap kali mereka bertemu, selalu saja diwarnai adegan humor karena mereka bertengkar. Lama kelamaan, Kavi mulai mengenal sifat Athala yang sebenarnya, begitupula sebaliknya.

Athala berpikir Kavi tidak senakal yang dia pikirkan dan selalu ada untuk menolongnya. Sejak saat itu, dia memutuskan untuk memaafkan Kavi atas insiden kecelakaan dan Kavi tidak perlu lagi jadi asistennya karena dia juga sudah sembuh. Kavi yang justru sudah merasa nyaman, tidak ingin berhenti jadi asisten Athala.

Kemudian mereka berdua berteman,  –teman tapi mesra XD, mereka sering jalan-jalan, sekelompok di kelas bahasa Indonesia, serta hal-hal lain. Namun setelah kedekatan itu, justru beberapa masalah muncul. Mulai dari kedua mantan Kavi yang datang, serta gangguan dari seorang adik kelas bernama Hanna.

Bukan hanya itu, Athala mulai menyadari ada sesuatu yang berbeda pada Kavi setiap kali mereka jalan bareng. Kavi terlihat sakit dan badannya tampak lesu. Athala tahu ada yang salah, namun Kavi bilang dia baik-baik saja.
Kemunculan Hanna rupanya berkaitan dengan sebuah rahasia yang disimpan Kavi. Hal itu membuat Athala salah paham dan mereka berdua banyak bertengkar setelahnya. Bagian-bagian ini penuh dengan emosi antara pasangan ini, hingga akhirnya Athala tahu apa yang membuat Kavi berubah..





--- Review
Udah ngikutin ObrolinBuku di akun instagramku @arthms12? Sekarang giliran aku ngupas semuanya di blogku ya!

Awal aku liat kover buku ini, satu kata: cantik! Aku suka ngelus-ngelus kovernya XD tapi ternyata, gambar perempuan yang sedang memunggungi ini terlihat begitu dalam setelah aku selesai membaca novel ini.

Plot:
Premis cerita yang digunakan memang kedengaran klasik; benci jadi cinta. Tapi konflik tidak berhenti sampai di situ. Dan aku salut kepada penulis yang berani mengangkat tema yang berat, bukan hanya sekadar benci menjadi cinta.

400+ halaman untuk novel remaja kiranya memang terlalu panjang, tapi jujur aku menikmati setiap kemana penulis membawa Athala dan Kavi. Plotnya nggak membosankan, tapi nggak bikin semangat juga (kecuali menuju ending HAHA).

Aku menemukan beberapa plot hole, bahkan masih pada awal cerita!
1. Dikatakan kalau insiden saat Athala kecelakaan, dia baru saja memarkir mobilnya di lahan kosong di samping sekolah. Tapi, saat dia tertabrak Kavi, dia justru lagi nyebrang(?)
2. Donna datang menemui Kavi buat ngasih undangan pertunangan.(hlm 202) tapi di halaman 227, Kavi dibilang dateng ke pernikahannya Donna(?)
3. Halaman 229 tiba-tiba ada nama Fauzy(?) padahal maksudnya Reno, mantan Athala.
4. Halaman 335 Intan dibilang masuk ke akademi kepolisian, tapi di halaman 351 tiba-tiba dia berubah jadi pramugari:”
Well, mungkin cukup segitu aja.

Gaya bahasa/ide cerita:
Beralih ke gaya bahasa, aku memang nggak menemukan keunikannya, hanya gaya bahasa yang dipakai to the point dan tidak bertele-tele. Malah cenderung tidak terlalu banyak narasi, dialog mendominasi sebagian besar isi novel. Tapi ada bagian yang paling aku suka yaitu chat gengnya Kavi di grup. Bikin ngakak XD. Aku juga suka bagaimana penulis menggambarkan interaksi mereka semua. Dialog yang segar dan penuh humor.

Namun ada satu hal yang bikin aku kurang srek, yaitu latar belakang para tokoh. Aku mungkin nggak terbiasa menemukan gaya hidup seperti itu apalagi yang dilakukan anak SMA. Seperti bawa mobil ke sekolah, mabuk, free s*x (sorry), narkoba dan lain lain yang buat aku risih (ngerokok dan bolos masih masuk akal dilakukan anak SMA).

Jadi buat yang mau baca, harap bijak ya, novel ini bukanlah novel teenlit menurutku tapi young-adult. Meski banyak hal negatif yang dilakukan tokoh, novel ini juga mengandung dampak yang akan terjadi.

Tapi ada satu poin plus buat penulis, aku suka bagaimana dia menyampaikan perasaan para tokoh. Dapet banget feel-nya. Percaya gak percaya, aku nangis baca novel ini (juga ikut mengumpat, guling-guling, gereget dll). Seriuosly. Novel ini bikin emosi dan perasaanku teraduk-aduk. ARGH.

Karakter:
Dari awal, aku nggak suka Athala. Dia galak, bener kata blurb. Namun, tanpa alasan yang jelas. Kadang ikut kesel juga, Kavi udah baik tapi dimarah-marahin mulu. Tapi lama-lama Athala jadi manis kok.

Kavi. Aku suka dia dari awal. Apalagi kalau udah gabung sama temen-temennya. Beneran boyfriend material kids jaman now XD. Tapi ketika konflik mulai klimaks, aku jengkel setengah mati sama dia. HAHA. But, he’s still my favourite.

Hanna. Our bit*h. HAHA. Karena aku paling benci tokoh ketiga cewek, aku benci dia:)
Reno. Sang Mantan. Karena aku suka tokoh ketiga cowok, Reno oke juga.

Tetapi ada poin-poin yang kurang dapet juga soal tokoh. Seperti: saat mereka SMA, aku merasa mereka berpikir sudah terlalu dewasa. Namun, saat mereka sudah dewasa, aku merasakan mereka masih berpola pikir seperti anak kecil. Saranku untuk penulis, coba lebih gali dan perbanyak riset untuk mengenal pola pikir manusia berdasarkan umurnya. :)

Favourite scene:
Aku suka penggunaan kata handicraft dari Deny buat Kavi yang mau ke sekolah. KERAJINAN XD
Aku suka tiap Athala sama Kavi lagi ngobrol yang nggak serius. Bikin ngakak XD

Overall:
Aku suka bagaimana novel ini mengaduk-aduk perasaanku sampe rasanya ingin pingsan aja, nggak tahan sakit hatiny. Meski ada beberapa point yang aku kurang srek seperti yang kubilang di atas, secara keseluruhan novel ini bagus.

Bahkan mungkin lebih bagus dari semua novel remaja keluaran wattpad yang pernah aku baca sejauh ini, banyak pelajaran yang bisa kita dapatkan dari novel ini:’) Dan buat yang mau baca, recommended bagi kalian yang berjalan menuju kedewasaan alias YA (young-adult) inget yaaa! Terakhir, 3.5 bintang untuk Athala. Aku siap menunggu novel Maharani selanjutnya. Good job!

Diberdayakan oleh Blogger.

Fav-Qoutes

"Kekuatan ada pada diri orang-orang yang tetap bangun dan menjalani setiap hari meski hal terakhir yang ingin mereka lakukan adalah hidup. Kekuatan datang dari senyum mereka yang bersedih, dari orang-orang yang telah kehilangan segalanya namun tetap bertahan." (Some Kind of Wonderful by Winna Efendi

"Billie tidak bisa berhenti bertanya-tanya dengan naif mengapa beberapa wanita mendapatkan banyak hal sejak mereka dilahirkan -kecantikan, pendidikan, kekayaan, bakat- sementara yang lain harus memulai hidup dengan begitu sedikit anugerah." (The Girl On Paper by Guillaume Musso)

“Dia akan pergi lagi. Dia akan pergi lagi dan lagi sampai umurnya cukup dewasa dan tidak ada lagi yang bisa mengirimnya pulang.” – hlm 363 (Little Fires Everywhere by Celeste Ng)