Tampilkan postingan dengan label Penerbit KataDepan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penerbit KataDepan. Tampilkan semua postingan

Senin, 22 Januari 2018

[RESENSI] Autumn Rhapsody by Amarissa

“Bukankah seharusnya setiap cerita cinta berakhir bahagia?”

Dok.pribadi


Judul: Autumn Rhapsody
Penulis: Amarissa
Editor: Adhista dan Gita Romadhona
Penata Letak: Wahyu Suwarni
Desain Sampul: Dwi Annisa Anindhika
Penerbit: KataDepan (2017)
Jumlah Halaman: 338 hlm.
ISBN: 978-602-6475-39-8

Blurb:

Bagian paling sulit dari mencintai adalah meyakinkan orang yang kau cintai bahwa cinta yang kau miliki benar-benar nyata.

Sepuluh tahun lalu, Keira Schward, gadis rapuh yang kesepian, jatuh cinta pada seorang Damian Alberhart. Pertemuan yang cuma sehari itu, membekas lama, lalu menumbuhkan cinta yang tidak sekadarnya.

Tiba-tiba saja, Damian datang, melamar Keira. Cinta masa remaja yang melekat, membuat Keira langsung menerima lamaran itu. Padahal, dia tidak tahu siapa Damian sebenarnya. Dia tidak tahu apa alasan laki-laki itu menikahinya. Dia hanya percaya, cinta yang dia punya tidak akan mengkhianatinya.

Namun, benarkah itu? Benarkah cinta tidak akan membuatmu kecewa, dan justru membuatmu menangis dalam luka? Damian yang dingin, ketus, dan tak berperasaan membuat perempuan itu pelan-pelan kehilangan harapan. Cukup kuatkah cinta yang dia bawa? Atau, memang sedari awal, dirinyalah yang salah menilai cinta.

Nikmati Autumn Rhapsody, sebuah cerita yang akan membawamu berkelana ke setiap sudut Frolenberg, sebuah kota yang dipenuhi jingganya dedaunan Maple pada musim gugur. Cerita yang membuatmu bertanya-tanya lagi tentang pengkhianatan, permusuhan, persahabatan, dan keberanian untuk terus percaya dan memperjuangkan cinta yang sebenarnya.

---

Novel ini diawali dengan adegan Keira Schward yang memandangi pantai dari balkon rumahnya, bosan dengan tiap orang yang hilir mudik mengunjungi rumahnya untuk melamarnya. Semuanya ia tolak karena hanya ada satu nama di hatinya. Damian Alberhart

Alur mundur ke sepuluh tahun yang lalu, ketika usianya empat belas tahun. Keira mengikuti outbond yang diadakan organisasi pecinta alam bergengsi di negaranya, Valisia, dan diikuti oleh pelajar dari negara lain.

Saat itu, Keira sulit meminta izin karena dia punya penyakit asma, belum lagi dia adalah putri tunggal keluarga Schward. Ketika akhirnya dia diizinkan untuk ikut, di sanalah ia pertama kali bertemu dengan Damian. Sosok itu adalah penyelamat jiwanya ketika dia harus terancam maut di pinggir jurang. Sejak saat itu, meskipun tanpa kabar selama sepuluh tahun kemudian, Keira menyimpan rasa cinta kepada Damian.

Di usianya yang ke-24 ini, tiba-tiba saja salah seorang pelamar membuatnya terkejut. Ayahnya bilang, pria tersebut bernama Damian Alberhart. Ayahnya ragu karena hanya sebagian kecil yang dia ketahui tentang Damian: pebisnis muda yang sukses di negara Frolenberg. Tapi Keira yang kepalang cinta mati, tidak berpikir panjang dan menerima lamaran Damian meski cowok itu mengungkapkan alasan yang tidak cukup kuat.

Setelah pernikahannya digelar, Keira diboyong Damian ke negaranya di Frolenberg. Di sana, Keira mulai menyadari bahwa Damian yang sekarang tidak terlihat seperti Damian yang dulu. Laki-laki itu begitu dingin, ketus dan tidak berperasaan. Hari pertama dia berada di rumah Damian pun, Damian tidak banyak bicara. Mereka bahkan punya kamar masing-masing.

Keira kebingungan dengan sikap Damian. Dia mencoba mencari tahu dari Margareth, pelayan setia Damian namun malah mendapat jawaban “lebih baik kau tidak tahu apa pun”. Kehidupan kelas Damian yang membuatnya bersikap seperti itu bukannya melunturkan rasa cinta Keira, melainkan membuatnya semakin kokoh meski tak jarang Keira menangis dan sakit hati.

Lalu muncul sosok Daniel, sahabat Damian yang ternyata satu kelompok dengan mereka ketika outbond sepuluh tahun lalu. Daniel sahabat yang mengimbangi Damian, jika Damian dingin maka Daniel hangat.

Damian yang tidak mengingat Keira berkebalikan dengan Daniel yang langsung mengenalinya. Sikap bersahabat Daniel membuat Keira sedikit lupa dengan sikap Damian. Daniel pulalah yang mengajak Keira berjalan-jalan untuk menghiburnya. Tetapi sayang, perasaan Daniel tidak terbalas karena Keira tetap menaruh hatinya pada Damian.

Hingga suatu hari Damian menjelaskan alasan kenapa dia memperlakukan Keira seperti itu, mereka menikah hanya karena bisnis. Damian perlu memperluas bisnisnya di Valisia demi membalaskan dendam lama kepada seseorang.

Keira yang sudah sering kali mendengar penekanan alasan itu akhirnya memilih pulang ke negaranya, mengurung diri, namun suatu rahasia kecil yang dibongkar pelayan setianya tentang sikap Damian waktu mereka mengunjungi orangtua Keira sebelum masalah ini akhirnya mengubah keputusan Keira. Dia kembali ke Frolenberg.

Kembalinya Keira membuat kedua hati itu sama-sama menyadari perasaan itu. Tetapi masalah belum selesai. Damian dan masalalunya merupakan inti utama dari cerita ini. Orang dari masalalu Damian terus mengusik hidupnya, dan dia takut Keira terkena imbasnya. Namun pada akhirnya setiap benang merah kusut yang menjadi bagian dari masalalu Damian mulai terurai.

Ending novel ini menjadi satu-satunya bagian yang begitu kompleks dan banyak terdapat kejutan.

---

Well. Novel ini aku selesaikan dalam waktu satu hari💃
Kita mulai dari kovernya, satu kata, cantik😍 sukaaaa.

Kedua, blurb. Oke, aku nggak begitu banyak menaruh ekspetasi pada blurbnya. Kebetulan juga, novel ini waktu masih di wattpad pernah direkomen temen, katanya seruuu. Aku sempat baca, tapi nggak selesai karena keburu sibuk di duta. Yang aku pikirkan setelah baca blurbnya adalah: cewek polos yang cinta mati sama cowok dingin, tapi nanti pasti luluh deh trus happy ending.

Nooo. Ini nggak sesimpel yang aku bayangin.
Halaman awal aku merasa seperti disihir masuk ke negeri dongeng. Tempat-tempat yang diceritakan semuanya fiksi. Negara Valisia dan negara Frolenberg. Keadaan keluarga Keira pun seperti putri raja yang banyak mendapat pinangan dari pangeran negeri seberang.

Yang membuatku agak ganjal adalah ketika Damian tiba-tiba datang melamar Keira, karena Damian pernah menyelamatkan hidup Keira dan Kei jatuh cinta sejak saat itu sampai sepuluh tahun kemudian, dia langsung nerima lamaran Damian tanpa pikir panjang. Menerima alasan simpel Damian. Ini agak..you know. Aku butuh setidaknya alasan yang lebih kuat😆 (Damian bohong juga gapapa)

Lalu Keira yang diboyong Damian ke Frolenberg juga tidak terlalu dieksplor tentang negara itu. Mereka cenderung sibuk masing-masing. Keira diam di rumah, sesekali mengobrol dengan Margaretha (pelayan Damian) dan mencoba mencari tahu tentang kenapa sikap Damian dingin. Sementara Damian diceritakan bekerja bekerja dan bekerja. Satu-satu yang penyegar ditengah dinginnya hubungan mereka adalah Daniel. (aku sukak orang ketiga lelaki😆)

Kebersamaan Kei dan Damian pun hanya ketika mereka saling mengobrol serius, tentang tujuan sebenarnya pernikahan tersebut, tentang bagaimana Kei begitu mencintai Damian.
Yang aku suka di sini adalah narasi yang dibuat penulis enak dibaca serta emosi karakter yang dijelaskan secara detail mudah untuk aku rasakan. Hanya saja aku merasa kurangnya interaksi mendebarkan antara Dam dan Kei sehingga chemistry mereka kurang dapet.

Anyway, aku suka kepolosan Kei yang ngegoogling FWB itu apa *ngakak*😂😂

Aku juga merasa perubahan emosi satu karakter kepada karakter lainnya cukup cepat berubah tanpa alasan yang cukup kuat. Perasaan Daniel, Keira yang makin cinta mati padahal Dam kayak gitu, Dam juga suka tiba-tiba baik tapi tiba-tiba jahat (di ending memang ketauan kenapa, tapi aku kurang srek aja pas bacanya hehe).

Ah ya, aku juga suka setiap penggambaran latar oleh penulis. Narasi yang nyaman bikin aku nggak sulit untuk membayangkannya😍 Namun, seperti negara Frolenberg yang kurang dieksplor, tokoh-tokohnya pun sama. Aku hanya mendapat emosi dari Keira, Damian dan sedikit Daniel. Tapi aku puas dengan flashback-flashback yang cenderung lebih padat.
Tokoh tambahan yang ada hanya benar-benar sebagai figuran saja.

Lalu, aku juga suka bagaimana penjelasan penulis tentang istilah-istilah perusahaan dan bisnis yang banyak diceritakan. Aku semangat membaca konflik perusahaan yang diceritakan cukup detail di novel ini. Meskipun Keira banyak menderita karena sikap Damian, aku mendukung penuh rencana yang sudah disusun Damian, bahkan gak sabar untuk membaca Damian "memulai peperangan".

Menuju ending, adalah bagian yang palingggg aku sukai dari seluruh rangkaian kejadian di hidup Kei dan Dam. Seluruh puncak konflik dipadu-padankan menjadi kejutan-kejutan yang hebat. Meskipun terlalu banyak hal yang terjadi, dan terkesan benang merah diurai sekaligus di akhir tapi aku sangat menikmatinya.😍

Inilah yang membuatku mengatakan bahwa Autumn Rhapsody nggak sesimpel yang kubayangkan. Aku sangat puas membaca ceritanya. Terutama endingnya yang sempurna. Epilognya juga sederhana namun berkesan😍

Overall, aku merekomendasi novel ini bagi para pecinta romance yang ringan namun mendebarkan. Meski awalnya kalian akan merasa klise, tapi semua terbayar dengan endingnya yang tjakep😍 3.5🌟

Selasa, 04 April 2017

[RESENSI] Une Personne Au Bout De La Rue by Yayan D

“Seseorang di ujung jalan.”




Judul: Une Personne Au Bout De La Rue
Penulis: Yayan D.
Editor: Gita Romadhona dan Adhista
Penata letak: Erina Puspitasari
Desain sampul: Dwi Annisa Anindhika
Penerbit: KataDepan (2017)
Jumlah halaman: 366 hlm
Rating: 3.5 of 5 stars



Blurb:

Daiva

Berhentilah bermimipi Daiva, ini dunia nyata.
Di dunia nyata, terkadang, kita harus belajar menerima kenyataan bahwa mungkin tidak ada yang menunggu kita di ujung sana. Dan, Pangeran Tampan hanya ada dalam cerita pengantar tidur.

Tristan

Saat aku berusaha melupakan luka, aku bertemu dengannya. Gadis yang selalu bisa membuatku mengingat betapa sederhananya menjadi bahagia. Aku jatuh cinta. Seharusnya, semua kembali baik-baik saja, bukan? Sayang, kau tidak pernah bisa menduga, cinta membawa apa.

**

Ini kisah tentang Daiva, yang selalu percaya akan ada seseorang yang tepat pada waktu yang tepat. Namun, seseorang itu tak juga kian terlihat.
Ini juga kisah tentang Tristan yang merasa bisa membeli segalanya, kecuali rasa setia.
Ini kisah tentang seseorang di ujung jalan. Seseorang yang mungkin menunggumu. Seseorang yang mungkin mengubah cara pandangmu tentang cinta.


---


UPABDLR adalah novel jebolan wattpad kedua yang kubaca. Sebenarnya aku ini bisa dibilang pemain lama wattpad, dulu cuma jadi reader dan aku hampir tahu gimana tipe-tipe cerita yang ditulis di wattpad. Sampai eneg deh, nemunya yang gitu-gitu lagi. Kalau nggak badboy, ya CEO. Kalau nggak perjodohan, ya ‘lo-sekarang-pacar-gue’ hah apaaaa? XD Yeah, aku sih nggak masalahin menjamurnya si tokoh utama: badboy atau CEO, yang jelas kalau plot yang dipakai bagus, aku pasti suka.

Une Personne Au Bout De La Rue bercerita tentang Daiva, seorang sekretaris muda yang agak galak, bossy dan sedikit petakilan menurutku. Dia ini jomblo, baru ditinggal pacarnya nikah sama cewek lain, sementara sang Ibu malah jodoh-jodohin sana-sini, pake acara nyuruh Daiva makan sirih pernikahan biar dapet jodoh XD

Di bab pertama, kegalauan Daiva digambarkan sangat baik, aku yang masih remaja aja jadi ngerasain paitnya cewek berumur yang harusnya udah nikah malah kena pengalaman kayak gitu. Ditambah lagi, adiknya Daiva malah mau nikah duluan. Apes? Banget.

Di sisi lain ada Tristan. Seperti yang sudah bisa ditebak, dia ini si Bos. Tampan, kaya, cerdas. Sayangnya doi udah punya tunangan, namanya Karin. Kalau kata Daiva dia ini skuter: selebriti kurang terkenal.

Berbagai kejadian di kantor yang ‘menyenangkan’ membuat Daiva dan Tristan harus bertemu dan saling berinteraksi satu sama lain. Hingga akhirnya mereka menyadari bahwa mereka saling nyaman kepada satu sama lain. Tapi perjalanan mereka berdua nggak semulus itu, karena tiba-tiba masa lalu mendadak muncul dan memporak-porandakan semuanya.

---

Writing

Aku suka gaya menulis Kak Yayan. Terutama di bab-bab awal, tulisannya mengalir dan asik buat diikuti. Aku sempat pikir gaya menulisnya terinspirasi dari penulis luar, enjoy banget dan suka banget sama pemilihan katanya. Bagaimana Kak Yayan membuat kalimat juga bagus.

Tapi, aku hanya merasakannya di awal. Maksudku, lama-kelamaan gaya menulisnya berubah, aku nggak tahu mungkin mood penulis udah ganti atau terlalu fokus sama plot yang udah dibuat jadi gaya menulisnya terkesan biasa saja, nggak ‘sedalam’ di bab awal. Tapi aku nggak bilang ini jelek, Aku tetep enjoy karena ceritanya juga simpel.

---

Characters

Seperti kebanyakan tema Bos-Sekretaris yang marak beredar, Daiva dan Tristan juga punya sifat yang hampir sama, nyaris sama, kayak kebanyakan itu.

Daiva yang keras kepala, nyablak, dan humoris. Dia sebagai sosok penyegar di novel ini yang bikin pembaca ketawa terus. Tapi meskipun di luar dia selalu terlihat ceria, di dalamnya Daiva ini cukup rapuh, dan dia juga punya pikiran yang sederhana tentang apa-apa yang terjadi di hidupnya.

“Saya merasa saaat ini memang belum bertemu dengan seseorang itu. Seseorang yang seharusnya menemani saya berjalan, yang mungkin sedang menunggu saya di ujung jalan.” – Daiva hlm 202

Sementara Tristan, terlepas dari titel ‘tampan-kaya-cerdas’, aku kurang bisa menemukan keunikannya. Berbeda dengan Daiva yang menonjol, Tristan ini menurutku kurang dieksplor karakternya. Dia terlalu datar, seolah-olah Tristan ini diciptakan dengan pikiran seperti ‘sikap-ini-salah-nah-kalau-yang-ini-benar’. Seperti itulah Tristan. Jujur bukan pria fiksi favoritku, tapi sikap Tristan yang lembut, penyayang, kadang ngeselin dan cemburuan bikin aku senyam-senyum sendiri WKWK.

Untuk karakter lain seperti Karin, dia ini bumbu doang menurutku, konflik paling ‘Bum!’ itu karena keberadaan Karin. Maura dan Randall juga hanya ‘dipakai’ ketika Daiva dan Tristan butuh momen untuk saling berdekatan, tapi ada lucu-lucunya juga sih mereka. Unik. Terus ada Dave, temennya Tristan, entah fungsi dia apa di sini, tapi menurutku dia nggak begitu penting, muncul sekejap terus ilang. Dan efeknya terbesarnya dalam cerita ini cuma bikin Tristan cemburu.

---

Plot

Ketebak adalah satu kata yang bisa kugambarkan untuk 'keseluruhan' novel ini. Tapi halaman demi halaman yang membawa Tristan dan Daiva menuju satu sama lain bikin baper. Hubungan keduanya dibuat mengalir, hingga lama-lama saling menyadari perasaan masing-masing. Nggak ada adegan yang mainstream yang bisa bikin pembaca muter mata sambil bilang ‘tipikal banget sih’ XD

Kisah Bos-Sekretaris ini lebih realistis (berhubung penulisnya juga pernah menjadi sekretaris). Penulis bilang bahwa kisah Daiva-Tristan ini dibuat untuk menghilangkan kesan kisah bos-sekretaris (jebolan wetped) yang terlalu vulgar dan kadang selalu dibayangkan sebagai kejadian nyata di lingkungan kantor. Dan penulis berhasil. Aku suka alur yang dipakai.

Masa lalu yang ada di dalamnya juga cukup bikin aku kaget karena nggak ketebak sama sekali. Sampai-sampai aku teriak ‘What?!

UPABDLR keren!

---

Favorite scene

Banyak! Wuaahaha! Terutama yang adegan Karin berantem sama Daiva di parkiran. Karin dibilang hulk dan Tristan malah ketawa XD

Dan yang kedua adalah ketika Karin ultah, Tristan nggak punya waktu buat ngurusin kado, akhirnya Daiva yang nyiapin kado itu. Nah, ini beneran out of the box banget, nggak ketebak dan aku ngakak terus baca scene ini XD

Lalu ada scene di mana Tristan masuk ke rumah sakit dan dijenguk Dave, Sony dan ada Maura juga. di situ Maura bilang gini: "Kenapa kita berbisik-bisik? Kita mau melakukan kejahatan apa, Om?" #Ngakak

Good job, Kak Yayan :)

---

Qoute fav

"I love it when someone's laugh is funnier than the joke." - hlm 100

"Ia mentari cerah di ufuk timur dan aku adalah pendar muram temaram senja nun jauh di barat. Terlalu kentara perbedaan itu." - hlm 182

"Segeralah bertindak, sebelum pemain layang-layang lain memutuskan layang-layang milik lo." - hlm 231

"Karena ada kalanya engkau begitu terlena dengan kebahagiaan, hingga tak sadar bahwa sesuatu yang jahat sedang mengintaimu. Berusaha menyelinap masuk untuk merampas kebahagiaanmu." - hlm 263

---

Overall, ceritanya sangat menghibur. Sah-sah aja kalau mau ambil plot mainstream apapun, asal kalau bisa mengolahnya dengan baik, pasti ceritanya jauh lebih keren, seperti UPABDLR ini. Kita diajak buat tahu gimana sih keseharian sekretaris itu langsung dari sekretaris yang asli.

Juga gimana perasaan orang dewasa dalam menemukan pasangannya.. ini yang aku suka dari novel romance dengan tokoh yang sudah cukup umur. Enak dibaca dan nggak lebay, beda sama teenlit yang kesannya baru pacaran aja udah ngerasa jatuh-bangun-pengorbanan-bla-bla.

---

Ditunggu karya selanjutnya!

Kamis, 23 Maret 2017

[Giveaway's Winner] UPABDLR BY YAYAN D

Halo semuanya!
Nggak kerasa 3 hari udah berlalu dan saatnya aku ngumumin pemenang giveaway dari booktour pertamaku.
Pertama-tama aku mau ucapin terimakasih yang sebesar-besarnya untuk Mbak Gita, Redaksi KataDepan dan semua partner host Booktour Cerita Masa Lalu. Ini merupakan kesempatan pertamaku menjadi host yang sangat berarti. Banyak pengalaman yang kudapatkan. Terimakasih banyak! *bow*



Dan tentunya untuk kalian, para penggiat giveaway di mana pun kalian berada. Jujur, pengalaman keduaku milih seorang pemenang dan itu sulit, rasanya aku ingin memenangkan kalian semuaaaa *hiksss

Jawaban kalian ada yang membuatku tersenyum haru, geleng-geleng saking panjangnya (terimakasih udah mau curcol panjang lebar di blogku!) dan ikut sedih bacanya. Tapi, pemenang hanya ada 1. Sebenarnya aku punya dua jawaban yang bikin hati aku ikutan 'jleb' dari penyampaiannya yang luar biasa bagus.

Setelah membandingkan dan membaca ulang, hanya satu jawaban yang membuatku kembali merasakan hal yang sama.

Dan jawaban itu adalah milik..

Didi Syaputra
Twitter: @DiddySyaputra

Selamat untuk pemenang! *yeayyy*

Silakan kirim data diri kamu: nama, alamat lengkap dan no.hp ke email penerbit: penerbitkatadepan@gmail.com dengan subjek "Pemenang Kuis UPABDLR dari Host Rosi Eksa"

Buat yang lain, jangan patah semangat, bukan berarti cerita kalian jelek atau aku nggak punya hati nurani buat ngerasain apa yang kalian rasain. #hala
Aku juga tahu banget ada yang bener-bener menginginkan buku ini dan ikut terharu sama perjuangannya. Tapi namanya juga giveaway. Harus selalu siap sama hasil akhirnya, okeee?

Akan ada suatu hari nanti kalian memenangkan buku yang sangat kalian harapkan kok. Jangan kecewa ya! Kesempatan masih banyak!

Semoga aku bisa ngadain booktour lagi ke depannya dan ngasih kalian peluang lain. ^_^



-stay strong and stay positive


Senin, 20 Maret 2017

[Book Tour] Une Personne Au Bout De La Rue by Yayan D



Aku sedang tidak ingin berdakwah.

Serius nih, lupakan soal nasihat-nasihat bijak atau gelombang positif yang mencekokimu soal makna dari masa lalu.

Sekarang, aku mau bertanya, apa kau menyukai masa lalumu?
Konsepnya adalah kejujuran, meski temanya adalah ‘Cerita-cerita masa lalu’. Aku tidak akan menghakimi siapapun yang mengatakan: aku benci masa laluku!

Ayolah. Sejenak kita mengeluarkan sisi kekanakan kita, berubah menjadi seorang bocah yang bisa dengan gamblang menyebutkan suka atau tidak suka pada suatu hal. Sebentar saja, keluarkan emosi terpendammu yang tidak ingin dikoreksi, seluruh emosi yang kau simpan rapat-rapat karena otakmu sudah mengetahui mana hal yang salah dan yang benar.

Lepaskanlah sesuatu yang menekan jiwamu bahwa ada yang salah tentang perasaanmu pada masa lalu.

Terlepas dari pelajaran yang kau dapat, aku hanya menginginkan kau mengeluarkan emosimu, bahwa kau menyesali beberapa hal yang terjadi, bahwa keadaan hidupmu yang sekarang mungkin akan berbeda jika kau memilih pilihan lain di masa lalu.

Misalnya, kau menyesal tidak pernah begitu menikmati masa muda? Tidak pernah berbuat kekacauan yang akan membuatmu tersenyum ketika mengingatnya sekarang? Atau banyak kegagalan yang mengusik hatimu?

Aku sendiri, aku tidak menyukai masa laluku. Banyak hal-hal yang kusesali meski aku sudah tahu apa yang kudapatkan dari semua itu. tetapi ego itu selalu ada, bersembunyi, tak mau disalahkan.

Salah satu masa lalu yang paling kubenci adalah kenyataan bahwa aku tidak punya sesuatu yang menakjubkan untuk kuceritakan, dan bahwa aku tidak menjadi sesuatu yang menakjubkan karena masa lalu itu.

Bahkan, alasan aku membahas tulisan yang seperti ini adalah karena aku bukanlah orang yang pandai mengekspresikan luapan emosiku yang paling dalam, aku sering bertanya-tanya apakah ada orang yang sama sepertiku?

Masa lalu adalah paradoks. Kau bebas untuk mengingat atau melupakan, tapi kau nggak pernah bebas dari konsekuensinya atas dua pilihan itu.

Daiva di dalam buku ini, ia tidak menyukai masa lalunya yang pernah mencampakkan seseorang dan ditinggal menikah seseorang yang dicintainya. Lalu Tristan yang tidak menyukai masa lalunya juga; ia pernah membawa racun ke dalam keluarganya dengan tangannya sendiri.

Tapi masa lalu tidaklah benar atau salah. Yang perlu dinilai adalah pilihan kita. Jadi tidak apa kalau kau tidak menyukai masa lalumu, kau hanya memilih jalan yang salah. Namun saat itu, jalan itulah yang membuatmu merasa benar. Hidup terus berlanjut dan pilihan-pilihan semakin banyak.

Dan tentunya, aku sangat menyukai perjalanan mereka, aku menyukai pilihan-pilihan mereka, aku senang menampung kisah Daiva-Tristan sebagai bagian dari memoriku suatu hari nanti. Kisah yang membuatku tidak bisa berhenti tersenyum bahkan ketika baru membaca prolognya saja.

Kak Yayan benar-benar hebat dalam menciptakan suasana yang hidup. Daiva yang sudah terlalu lama melajang, bossy, dan sejuta tingkah konyolnya dipertemukan dengan sosok Tristan yang tenang, dan tampan, tentu saja.

Kekuatan kedua karakter yang saling melengkapi membuatku betah lama-lama membaca novel ini. Juga judulnya yang terkesan begitu dalam: Seseorang di Ujung Jalan. Daiva mengajak kita untuk menanti dengan senyuman meski masa lalu yang dialaminya begitu pahit. Tapi dia percaya.

Tristan sendiri merupakan sosok yang menurutku sangat lovable. Dia penyayang dan perhatian, tipe atasan yang didambakan semua karyawan. Tapi bahkan bisa terlihat begitu kekanakan jika sedang jatuh cinta.

Masa lalu menyatukan mereka berdua. Sebagai bos dan sekretaris, mereka membagi banyak hal, termasuk masa lalu. Tapi, kemudian seseorang dari masa lalu Daiva muncul, sementara Tristan juga sudah menantinya.

Siapakah sebenarnya sosok yang menunggu Daiva di ujung jalannya?

Seandainya saja aku sudah hidup lebih lama dari ini, mungkin aku lebih bisa menuliskan masa lalu yang lebih berarti, seperti kisah Daiva dan Tristan.





---GIVEAWAY TIME---
Kesempatan terakhir kamu yang belum dapet novel UPABDLR dari GA sebelumnya!

banner BookTour


Oke sebelumnya aku bakal bilang kalau novel ini adalah novel dewasa yhaa! Kesadaran sendiri bagi yang merasa di bawah umur. Kecuali penasaran, nggak apa-apa sih, hal lumrah. (konsekuensi ditanggung masing-masing). *ketawa jahat*

Ada satu orang beruntung yang bakal mendapatkan satu eks novel Une Personne Au Bout De La Rue. 

Persyaratannya:

1. Memiliki alamat pengiriman di Indonesia

2. Follow blog ini via GFC atau E-mail (liat paling bawah)

3. a. Follow twitterku @Arthms12 dan penerbit @KataDepan_
           atau
        b. Follow instagramku @Arthms12, penulis @yzacx dan penerbit @penerbitkatadepan

4. Share/repost info GA ini lewat:
        a. Twitter: share link BookTour ini, tag akun-akun di atas, dan tambahkan hastag
                 #BookTourKataDepan dan #CeritaMasaLalu
           atau
        b. Instagram: repost banner, tag akun-akun di atas, dan tambahkan hastag
                #BookTourKataDepan dan #CeritaMasaLalu

5. Jawab tantangan ini:

Apa kamu menyukai masa lalumu?

6. Tulis nama akun tempat kalian share info GA ini (twitter/IG), link share, beserta jawaban di
        kolom komentar.


Giveaway berlaku dari tanggal 20 Maret 2017 sampai 22 Maret 2017 pukul 23.59. Pengumuman pemenang sehari setelahnya, yang bakal aku umumin di IG, Twitter dan blog.



Tambahan: Yang baca tulisanku di awal pasti ngerti bagaimana jawaban yang aku mau dari kalian. Jawaban paling emosional menjadi poin utama penilaian. Mau perasaan kesal, sedih, atau bahagia, tulislah dengan hati yang paling dalam.


Good luck!

Diberdayakan oleh Blogger.

Fav-Qoutes

"Kekuatan ada pada diri orang-orang yang tetap bangun dan menjalani setiap hari meski hal terakhir yang ingin mereka lakukan adalah hidup. Kekuatan datang dari senyum mereka yang bersedih, dari orang-orang yang telah kehilangan segalanya namun tetap bertahan." (Some Kind of Wonderful by Winna Efendi

"Billie tidak bisa berhenti bertanya-tanya dengan naif mengapa beberapa wanita mendapatkan banyak hal sejak mereka dilahirkan -kecantikan, pendidikan, kekayaan, bakat- sementara yang lain harus memulai hidup dengan begitu sedikit anugerah." (The Girl On Paper by Guillaume Musso)

“Dia akan pergi lagi. Dia akan pergi lagi dan lagi sampai umurnya cukup dewasa dan tidak ada lagi yang bisa mengirimnya pulang.” – hlm 363 (Little Fires Everywhere by Celeste Ng)