Senin, 19 Agustus 2019

[RESENSI] Vicious by V.E Schwab


Resensi Vicious karya V.E Schwab

IG: @Arthms12



Judul: Vicious
Penulis: V.E Schwab
Alih Bahasa: Rosemary Kesauly
Editor: Mery Riansyah
Sampul: Kemasacil
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama (2019)
Jumlah halaman: 432 hlm
Harga: IDR 115k

Blurb: Victor dan Eli berteman saat kuliah –anak-anak pintar, arogan, dan kesepian yang cerdas dan ambisius. Riset mereka tentang adrenalin, pengalaman nyaris mati, dan berbagai peristiwa yang seolah supernatural mengungkapkan kemungkinan menarik: bahwa dalam kondisi yang tepat, manusia dapat memiliki kemampuan di atas normal. Namun, ketika tesis mereka berubah dari akademis menjadi eksperimental, semua jadi kacau.

Sepuluh tahun kemudian, Victor keluar dari penjara, bertekad menemukan teman lamanya (sekarang musuh), dibantu gados dengan kemampuan luar biasa. Sementara itu, Eli punya misi melenyapkan manusia super power lain. sama-sama memiliki kekuatan dahsyat, digerakan ingatan tentang pengkhianatan dan kehilangan, kedua musuh bebuyutan ini bertekad menuntaskan dendam –tapi siapa yang akhirnya mampu bertahan?

----





Vicious adalah novel ‘ter-rapi’ yang pernah aku baca, dari segi alurnya, novel ini bener-bener ngalir tanpa tanjakan. Plotnya ‘rapi’ banget. Hampir seluruh garis besar cerita diungkapkan di blurb.
Tentang Victor yang ingin membalas dendam kepada Eli karena masa lalu dan pengkhianatan.

Cerita diawali dengan Victor yang sedang menggali kuburan bersama Sydney, gadis kecil berusia 13 tahun. Lalu setelah itu, alurnya dibuat maju-mundur di rentang masa lampau. Sejujurnya aku agak males bacanya soalnya bikin pusing dan bosan. Ketika babnya sudah mencapai hampir masa kini, tiba-tiba mundur lagi ke sepuluh tahun sebelumnya.

Aku merasa baca buku ini kayak muter-muter terus nggak maju-maju. Tapi enaknya, bab-bab di sini dikit, satu bab bisa cuma beberapa halaman. Aku termasuk yang suka bab sedikit, karena lebih bisa cepet bacanya. Tapi lagi, khusus vicious, ada hal yang bikin aku justru selambat novel bab panjang biasanya XD

Awal-awalnya, aku merasa narasinya berat, susah dicerna, entahlah pokoknya gitu, mana alurnya maju-mundur, mana pembahasannya tentang fisika kimia bla bla dan eksperimen bla bla hehe. Di halaman 100an aku baru mulai bisa menikmati kisahnya, meskipun belum menarik minatku seutuhnya. Dan di sini gaya bahasanya juga mulai enak meskipun alurnya tetep lambat gegara diseling masa lalu.

Tokoh yang paling aku suka di sini adalah semuanya kecuali Eli hahaha tapi nggak benci juga sama Eli, soalnya mereka semua jahat (kecuali Sydney). Khusus Victor, aku merasa aku relate banget sama dia. Waktu cewek yang dia suka ternyata suka sama temannya sendiri, Eli. Ketika Eli berubah jadi Eli yang tidak ambisius di depan Angie. Angie direbut Eli dari Victor, Eli direbut Angie dari dia juga. How he explained her mind, it was so relatable.

Victor di masa lalu memang berandal jenius yang ambisius, sementara Eli lebih jenius teratur agamis dan ambisius juga. Ketika akhirnya Eli mengkhianati Victor setelah eksperimen mereka tentang Manusia LuarBiasa (LB) berhasil, tentu saja Victor akan balas dendam.

Banyak yang bilang kisah ini tentang Superhero, tapi justru cerita ini nggak ada adegan superhero menyelamatkan dunia bla bla. Eli dan Victor adalah dua jenius gila yang bereksperimen kalau kekuatan super manusia bisa diciptakan. Dan ketika hal itu berhasil, terjadi pengkhianatan. Victor di penjara, sementara Eli menjalankan misi untuk melenyapkan para LB, sampai Victor kembali untuk membalas dendam.

Seperti yang kubilang, plotnya rapi, ngga ada belokan tanjakan jurang curam. Victor mau balas dendam, dia balas dendam dengan rapi.

Jujur aku bosen juga selama hampir 400an halaman, soalnya novel ini kelewat serius, datar, dan ngga ada humor sama sekali. Aku suka tema dark-dark begini cuma kayaknya aku ngga cocok sama yang terlalu flat. Juga kesan merindingnya nggak terlalu kerasa, biasa aja.

Dibanding kekuatan Victor, Eli dan Sydney, aku merasa Serena lebih berkuasa di sini dan cuma dia yang sanggup bikin bulu kudukku berdiri beberapa kali XD

Di halaman 400+ aku mulai merasakan serunya, tegangnya, dan degdegannya karena di akhir ini akhirnya Victor melakukan rencana besarnya. Dari 432 halaman dong dan aku baru bisa bener-bener suka di 30an halaman terakhir. Tapi anehnya, ratingku buat buku ini langsung melonjak karena endingnya yang memorable gila!!!

Nyarissss cuma bisa ngasih 3 bintang ajaaaaa karena suka tema dan kovernya tapi jadi 4 gara-gara endingnya HAHA dan nggak sabarrrr nunggu vengeful diterjemahin T_T

Overall, kalau kamu suka tokoh yang semuanya orang jahat, tema serius dan narasinya banyak tanpa humor, plot rapi dan menyenangkan, Vicious cocok buat kamu.

“Ada banyak manusia yang sikapnya seperti monster, dan ada banyak monster yang tahu cara bersikap manusiawi.” – hlm 339



[RESENSI] Confession by Minato Kanae

Resensi Confessions karya Minato Kanae

IG: @arthms12

Judul: Confession
Penulis: Minato Kanae
Penerjemah: Clara Canceriana & Andry Setiawan
Penyunting: Prisca Primasari
Penyelaras Aksara: Titish A.K
Desain Sampul: Pola
Penata Sampul: @teguhra
Penerbit: Haru (Agustus 2019)
Jumlah halaman: 304 hlm

Blurb: Moriguchi Yuko adalah seorang guru SMP. Saat anaknya yang berusia 4 tahun ditemukan meninggal, semua orang mengira itu cuma kecelakaan nahas.
Akan tetapi, Moriguchi yakin anaknya dibunuh oleh dua dari anak didiknya. Karena itu, dia tidak akan membiarkan kedua anak itu bebas. Dia ingin membalas dendam, dan balas dendam yang dia lakukan itu hanyalah awal dari sebuah mimpi buruk.

----





Cerita dibuka dengan cerita Moriguchi sebagai penutup tahun ajaran di sekolah tempatnya bekerja sekaligus berpamitan karena dia tidak akan lagi mengajar di sana. Tapi, kisah-kisahnya merujuk kepada satu kejadian, kematian anaknya, Manami, yang dilakukan oleh dua orang muridnya. Dia juga membocorkan balas dendam apa yang baru saja dia mulai itu.

Awalnya aku mengira akan menemukan bacaan yang cukup berat terutama karena genrenya iya-misu aka psychological thriller. Ternyata, aku menemukan gaya bahasa yang enak sekali dibaca. Aku salut dengan penerjemah dan editornya yang membuat kisah ini mudah dicerna dan bahkan sampai aku nggak sabar untuk membalik halamannya.

Novel ini cukup tipis dan hanya terdiri dari 6 bab saja. Isinya, kurang lebih menceritakan hal yang sama, kronologis kejadian pembunuhan tersebut tetapi melalui sudut pandang yang berbeda—eda.
Kita diajak menyelami berbagai kejadian yang menimpa para tokoh setelah aksi balas dendam Moriguchi. Lebih daripada konflik dan alur, menurutku di sinilah titik berat novel ini. Yaitu pada penggambaran karakter-karakternya, pengembangan dan perubahannya, pikiran-pikiran mereka yang gelap dan membuat kita mempertanyakan lagi banyak hal.

Apa yang membuat manusia bisa bersikap dan bersifat seperti itu? Kenapa semua orang nggak bisa hanya cukup bersikap baik terhadap satu sama lain?

Jujur aku lebih tertarik dengan Naoki yang menurutku sudah kehilangan kewarasan, tetapi yang paling menyedihkan memang Shuya meskipun mereka memang sama-sama gila. Kelakuan orang-orang di sana cenderung bar-bar dan bikin merinding. Lagi-lagi, pertanyaan itu muncul: kenapa mereka semua bisa sampai melakukan hal-hal keji?

Bagian yang paling aku suka adalah plot twist di bab pertama, menurutku itulah daya tarik yang paling utama yang bikin aku pengen cepet-cepet selesaikan novel ini. Penasaran apa yang bakal terjadi. Dan di setiap bab selalu aja dikagetkan dengan berbagai adegan.

Untuk keseluruhan, konfliknya lumayan menarik buatku. Nggak ada rasa lelah sama sekali meskipun banyak narasi. Banyak pelajaran yang bisa diambil demi memahami sesama manusia. Dan jangan lupakan kover yang cakep ini astaga!

Pokoknya, novel ini bakal mengaduk-aduk pikiran dan hatimu. Apa kamu masih memiliki hal-hal yang lazim dimiliki manusia atau tidak?

4ó

“Orang dewasa cuma bisa mengukur dengan penggaris mereka sendiri, dan tidak bisa mengukur dunia anak-anak. Mereka memberikan nasihat-nasihat yang tidak bisa kita lakukan.” Hlm 212

“Saat aku membuka mataku pada pagi hari, pertama, aku menangis karena hari ini aku masih hidup.” – hlm 213

Diberdayakan oleh Blogger.

Fav-Qoutes

"Kekuatan ada pada diri orang-orang yang tetap bangun dan menjalani setiap hari meski hal terakhir yang ingin mereka lakukan adalah hidup. Kekuatan datang dari senyum mereka yang bersedih, dari orang-orang yang telah kehilangan segalanya namun tetap bertahan." (Some Kind of Wonderful by Winna Efendi

"Billie tidak bisa berhenti bertanya-tanya dengan naif mengapa beberapa wanita mendapatkan banyak hal sejak mereka dilahirkan -kecantikan, pendidikan, kekayaan, bakat- sementara yang lain harus memulai hidup dengan begitu sedikit anugerah." (The Girl On Paper by Guillaume Musso)

“Dia akan pergi lagi. Dia akan pergi lagi dan lagi sampai umurnya cukup dewasa dan tidak ada lagi yang bisa mengirimnya pulang.” – hlm 363 (Little Fires Everywhere by Celeste Ng)