Jumat, 11 November 2022

[Tur Review Cabaca] Three Little Monsters karya Aulia Musla

Judul: Three Little Monster

Penulis: Aulia Musla

Baca via: Cabaca App

 

Hello, long time no see~

Jujur banyak banget buku yang aku mulai baca tapi nggak selesai-selesai karena sok sibuk di real life. Lalu aku dapet tawaran untuk berpartisipasi di tur review novel di Cabaca App, salah satu aplikasi baca novel yang berbayar gais.

Aku harus milih salah satu di antara dua novel yang jadi bagian dari tur ini, lalu aku mutusin buat milih novel yang judulnya “Three Little Monsters” karena judulnya menarik dan cover-nya juga bagus HAHA.

source: Cabaca app


Let’s start discussing about it:

Three Little Monster atau TLM bercerita tentang seorang gadis miskin bernama Raina yang hidupnya nelangsa banget pokoknya, mencoba buat ngikutin jejak sahabatnya dengan cara nyari cowo kaya buat dijadiin suami.

Hm hm memang sedikit klise but i deliberately signed up for it! This is why:

Lalu, Raina bertemu Revano, anak tunggal kaya raya pewaris nan tampan yang sayangnya ternyata udah punya tiga buntut dari mendiang istrinya. Mereka, Lea-Ilo-Lily, itulah si biang kerok yang bikin tujuan Raina untuk hidup makmur harus di-pending.

I was expecting a stressful humor from TLM. Udah tau juga pasti trio L ini nggak akan setuju sama Raina dan papanya. Aku berharap cerita ini seger, ringan, dan bikin melek.

And to be honest, TLM reached 50% of my expectation. Not saying it was bad, tapi ternyata perasaan aku ketika baca nggak sesuai aja sama yang aku harapin.

Justru, terlepas dari ekspektasi aku, novel ini bagusss, serius, bacanya sat set sat set. Banyak banget poin plus yang bisa aku kasih untuk Three Little Monsters.

Pertama gaya bahasa yang penulis pake bener-bener enak dibaca, nggak ngebosenin, dan pembawaannya santai banget. Tiap baca babnya, aku selalu ngerasa ini pendek banget tapi ngga tau juga kalau emang seluwes itu makanya aku cepet bacanya haha.

Untuk masalah alur, aku berpendapat kalau alurnya memang sedikit kecepetan. Aku belum terlalu ngerasa ada kemistri antara Revano dan Raina, dan pendekatannya agak maksa. But then I realized the point wasn’t the love story between them.

It’s more about parenting and family.

Raina yang tetep nganggep bapak dan Rival sebagai keluarga meski benci setengah mati. Revano yang nunjukin sikap dan sifat terbaik sebagai seorang ayah tunggal. Juga cerita-cerita Lea, Ilo, Lily, dan cara untuk meng-handle mereka dengan karakter yang berbeda-beda.

Lea si sulung yang bossy, Ilo si tengah yang terlalu aktif, dan Lily si bungsu yang polos dan menggemaskan.

Aku suka gimana cara orang-orang di sekitar anak-anak memperlakukan mereka, penyampaian parentingnya bikin heartwarming, juga sedikit bumbu dramatis yang bikin sudut bibir ketarik haha.

Hanya satu hal yang bikin aku agak meh, yaitu bagian Chaca yang menyadarkan Lea, nggak maksud bilang kalau anak umur 9 tahun nggak bisa bijak, tapi di sini Chaca beneran kayak orang dewasa yang lagi nasehatin anaknya haha.

Overall, Three Little Monster dibuka dengan baik, konfliknya yang dikemas dengan menarik, baca ini bener-bener cepet ngga kerasa banget tau-tau udah bab puluhan aja. Sebenernya ceritanya bisa sedikit lebih diperdalam biar feel-nya lebih kerasa, banyak hal lagi yang bisa lebih digali.

Tapi segini juga udah cukup menyampaikan apa yang penulis maksud, if i am not mistaken haha. Pada akhirnya, keluarga memang berperan penting untuk membentuk diri kita di masa depan. (Go thank your parents right now!)

Last but not least, makasih banyak tim Cabaca app yang udah ngajakin aku buat jadi salah satu reviewer di tur ini. Sukses selalu untuk Cabaca & penulis!!

 

.


.


.

 

p.s this is not important plsss but im a little bit annoyed by the last sentence. Of course i personally still believe happiness is money, money can make us happy (in some ways). If it isnt for money, no way Raina will meet Vano. If it isnt because they have money, no way they could fly to Krui bringing those people and rented a freakin bungalow there lmao. Or maybe it was about something else....adult activity...idk hahahaha

See you on another review, don’t forget to click follow button/submit your email below!

Diberdayakan oleh Blogger.

Fav-Qoutes

"Kekuatan ada pada diri orang-orang yang tetap bangun dan menjalani setiap hari meski hal terakhir yang ingin mereka lakukan adalah hidup. Kekuatan datang dari senyum mereka yang bersedih, dari orang-orang yang telah kehilangan segalanya namun tetap bertahan." (Some Kind of Wonderful by Winna Efendi

"Billie tidak bisa berhenti bertanya-tanya dengan naif mengapa beberapa wanita mendapatkan banyak hal sejak mereka dilahirkan -kecantikan, pendidikan, kekayaan, bakat- sementara yang lain harus memulai hidup dengan begitu sedikit anugerah." (The Girl On Paper by Guillaume Musso)

“Dia akan pergi lagi. Dia akan pergi lagi dan lagi sampai umurnya cukup dewasa dan tidak ada lagi yang bisa mengirimnya pulang.” – hlm 363 (Little Fires Everywhere by Celeste Ng)