Selasa, 08 Mei 2018

[RESENSI] Illuminae by Amie Kaufman & Jay Kristoff

IG: @arthms12


Judul: Illuminae (The Illuminae Files 01)
Penulis: Amie Kaufman & Jay Kristoff
Penerjemah: Brigida Ruri
Pemeriksa Bahasa: Orinthia Lee
Penyunting: Mery Riansyah
Proofreader: Selsa Chintya
Penata Letak & Sampul: @fadiaaaa_
Penerbit: Spring (2017)
ISBN: 9786026682093
Jumlah halaman: 576 hlm.

Blurb:

Pagi ini, Kady kira putus dengan Ezra adalah keputusan terberat yang pernah gadis itu buat. Siang harinya, planetnya diserang.

Sekarang tahun 2575. Ketika musuh menembaki mereka dari udara, Kady dan Ezra–yang sudah tidak bicara satu sama lain lagi–terpaksa harus memperjuangkan jalan mereka menuju pesawat evakuasi.

Namun, pesawat tempur musuh yang memburu bukanlah masalah terbesar. ----- mematikan menyebar. Belum lagi AI pesawat evakuasi yang seharusnya melindungi mereka bisa saja menjadi musuh. Tidak ada seorang pun dari pihak berwenang yang mau memberi tahu apa yang sebenarnya sedang terjadi.


Saat Kady mulai mencari tahu dengan meretas timbunan data, gadis itu sadar, satu-satunya orang yang mungkin bisa membantunya adalah Ezra. Padahal Kady sudah bersumpah tidak akan berhubungan lagi dengan Ezra, mantan pacarnya itu.

Catatan singkat: buku ini diceritakan dalam bentuk hasil sadap dokumen, termasuk E-mail, skema, dokumen militer, pesan pribadi, laporan medis, wawancara, dan lain-lain.

---

Pencinta science fiction akan jatuh cinta sama novel ini. Maybe it won’t be a very detail review, I just wanna share what I have thought about this novel. Let’s check it out:

Honestly, aku benar-benar ingin membaca novel ini karena hype-nya yang tinggi di kalangan bookstagram yang aku kenal. Begitu liat judulnya, aku juga langsung tertarik dengan judulnya yang aneh ini. Kover dan blurb juga gak akan bisa lepas dari salah satu alasan kenapa aku mau baca novel ini.

Alasan terkuat kenapa aku ingin baca novel ini adalah karena formatnya! Yes. Seperti yang udah banyak nyebar atau disebutkan di blurbnya, novel ini diisi dengan format hasil sadapan, wawancara, dokumen, e-mail dan lain-lain, yang mana ini adalah pengalaman pertamaku membaca novel seperti ini. Dan lagi, latarnya adalah di luar angkasa, tepatnya di pesawat bernama Alexander dan Hypatia.

Bingung? Pasti. Tapi karena liat video dari salah satu bookvlogger favoritku, Kak Maggie, aku makin semangat buat ‘makan’ Illuminae. (5 Reasons Why You Should Read Illuminae by Maggie Chen)

Jujur, aku bener-bener gak bisa ngulas tentang gimana gaya bahasa penulisnya, selain karena mereka ada dua, di novel ini minim sekali narasi. Aku diajak berpetualang ke banyak sudut pandang. Ada sudut pandang Kady, AIDAN, percakapan kru pesawat, bahkan sudut pandang yang diambil dari rekaman CCTV.

Sudut pandang inilah yang bikin aku justru cepat menangkap karakteristik setiap tokoh. Aku lebih mudah mengenal sosok Kady, AIDAN dan Ezra (walaupun tetep ketipu sama twistnya HAHA) aku tetep punya feel yang kuat sama mereka bertiga. Kesimpulannya adalah, I really love this form. Poin plusnya adalah, novel ini tebal dan karena formatnya, aku jadi gak ngabisin waktu lama buat bacanya, tapi gak dibikin bosen karena saking tebelnya! Dijamin novel ini tidak akan sama sekali bikin kalian bosan. Aku puas©

Belum lagi konfliknya yang apik banget! Well, aku juga mau kasih tau satu hal, kalau kalian gak begitu tertarik sama science fiction, sebaiknya jangan ambil resiko dengan baca novel ini takutnya nyesel karena udah beli mahal tapi gak paham isinya HAHA. It happened to me, actually. Aku memang pencinta fantasi dan suka genre yang berhubungan dengan something full of imagination. Tapi Illuminae ini beneran bikin kepalaku hampir pecah! Bahasanya berat terutama ketika menjelaskan konflik yang sedang terjadi. Belum lagi istilah-istilah scifi yang sama sekali gak aku paham, rasanya ada footnote pun nggak membantu karena aku bener-bener ‘blank’ with those kind of stuff L

Yeah, rasa penasaranku gak bikin aku nyerah baca novel ini. Lama-kelamaan, aku mulai bisa mengikuti alurnya. Aku bisa mendapatkan feel antara Ezra dan Kady yang gemesinnya luar biasa ini. Aku bisa dapet feel ketegangan yang terjadi di pesawat Alexander dan Hypatia. Aku juga mulai bodo amat sama istilah scifi yang muncul karena aku udah bener-bener ‘masuk’ ke cerita yang disampaikan. Istilah scifi jadi gak begitu berarti lagi buatku;)

Trust me or not, konflik novel ini bener-bener luar biasa hebat, bisa dibilang, di luar ekspektasiku, apalagi twistnya yang bikin aku susah bernapas dengan benar seperempat akhir dari novel ini. Nggak, nggak, aku gak lagi berusaha jadi lebay, ini beneran sesuai apa yang aku rasain waktu baca novelnya. Because I really really love reading so I took too seriously to every good book. I’m sorry if I’m such a weirdo.

Okay, let’s talk about characters:

1.     Kady Eleanora Grant. She’s actually my type of heroin! Dia pintar, badass, fun, dan nekat! Tapi di balik semua itu, Kady juga punya banyak kekhawatiran yang dia tuangkan di diary ‘digital’nya. Aku bener-bener bisa memahami Kady karena dia punya banyak porsi di novel ini.
“Aku paling benci menangis. Perasaan itu merayap di dalam dirimu entah dari mana, lalu tiba-tiba kau berada di tengah-tengah melakukan sesuatu dan menyadari mata sialanmu basah lagi dan kau tidak tahu bagaimana itu terjadi. Dan hal terakhir–hal TERAKHIR– yang kau inginkan adalah seseorang melihatnya. Karena hal berikutnya, mereka mulai berbicara lembut dan mengasihanimu, dan mereka ingin agar kau berbicara, dan semua itu lebih dari apa yang bisa kuterima.” – Kady (hlm 74)
“Kenapa, aku tidak tahu, kecuali karena semakin besar kau kehilangan, semakin kau sadar tidak banyak lagi milikmu yang tersisa.” – Kady (hlm 75)
2.      Ezra Mason. Yeah, sejauh ini Ezra ‘belum’ terlihat ‘gagah’nya, tapi trust me, he’s soooo cute. Tapi meskipun gagahnya belum keliatan, Ezra adalah Letnan Dua, dia jadi pilot di pesawat di Alexander dan sosok yang menurutku sangat solid kepada rekan-rekannya. Dia, sebagaimana remaja cowok yang baru diputusin sama ceweknya juga suka curhat ke temennya tentang Kady, and that was warming my heart© Ezra ini tipe cowok yang romantis dan lucu. Masa di tengah-tengah tegangnya pertempuran luar angkasa, dia masi sempet gombalin Kady HAHA. What a lovely guy©
“Menakjubkan apa yang dilakukan waktu enam bulan dan beberapa ribu kilometer ruang hampa udara sehingga hati kita semakin dekat.” – Ezra (hlm 115)
“Kau punya aku. Sampai bintang terakhir di galaksi ini mati. Kau punya aku.” – Ezra (hlm 222)
(Kalian meleleh gakkkk sihhhh woyyy gue meleleeehh nggggg)

3.      AIDAN. Tapi kayaknya aku gak boleh nulisin dia deh XD aku cuma mau bilang kalau AIDAN ini istimewa banget buat aku, buat yang penasaran, silakan temukan sendiri keistimewaan dia. Kesanku buat AIDAN adalah “kamu itu cute tp brngsk hehe.”
“Bukankah aku murah hati? (Am I not merciful?)” – AIDAN
Overall, yes, the conclusion is.. I love this story. Aku memang sempet ingin lempar bukunya, ingin robek-robek bahkan, tapi karena gak mungkin aku lakukan, aku jadinya cuma ingin langsung jual buku ini dan gak akan baca Gemina maupun Obsidio. Kenapa? HAHA baca aja deh sendiri. Tapi setelah menyelesaikan novel ini, aku berubah pikiran, sekarang aku punya OTP kedua setelah Percabeth, aku punya seri yang aku favoritin setelah buku-bukunya Rick Riordan.

Hal-hal yang aku suka dari novel ini: hampir SEMUANYA aku suka. Heu.

Hal-hal yang aku kurang suka: istilah scifi *cry*, dialog AIDAN yang berwarna abu pada kertas berlatar hitam (woy pusing woy bacanya harus deket banget sama cahaya *cry*), dan halaman yang isi tulisannya melingkar kebanyakan kehimpit sama laminasi di tengah buku. (aku kira terbitan Spring doang yang begini, ternyata setelah gak sengaja cek Goodreads, ada juga yang sama, tulisannya tenggelam ke tengah buku *sad*)

Maybe that’s all. Rating akhirku adalah full stars. Disamping hal-hal yang membuat otakku serasa mau pecah dan kekurangan yang aku rasakan, semua itu udah ketutupin sama betapa cerita ini sangat berkesan buatku. Aku maafin kamu, Sayang. I think I have fallen in love with this series. Can’t wait to read the second book, Gemina. Penerbit Spring, ayo cepetan terbitin :D

Buat yang mau mulai coba-coba baca scifi, kayaknya gak ada salahnya coba baca Illuminae, karena novel ini punya format yang asik deh pokoknya, siapa tau jadi ketagihan sama scifi XD

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

Fav-Qoutes

"Kekuatan ada pada diri orang-orang yang tetap bangun dan menjalani setiap hari meski hal terakhir yang ingin mereka lakukan adalah hidup. Kekuatan datang dari senyum mereka yang bersedih, dari orang-orang yang telah kehilangan segalanya namun tetap bertahan." (Some Kind of Wonderful by Winna Efendi

"Billie tidak bisa berhenti bertanya-tanya dengan naif mengapa beberapa wanita mendapatkan banyak hal sejak mereka dilahirkan -kecantikan, pendidikan, kekayaan, bakat- sementara yang lain harus memulai hidup dengan begitu sedikit anugerah." (The Girl On Paper by Guillaume Musso)

“Dia akan pergi lagi. Dia akan pergi lagi dan lagi sampai umurnya cukup dewasa dan tidak ada lagi yang bisa mengirimnya pulang.” – hlm 363 (Little Fires Everywhere by Celeste Ng)